Rabu, 13 Maret 2013

Assalamua'alaikum..........
Ingin rasanya bertemu lagi dengan teman-teman s2 dulu, aku sangat kangen sama kalian semua. ku jadi ingat dengan Ibu-ibu yang seangkatan dengan ku, dan tentunya yang satu lokal dengan ku. jika tak ada dosen yang kebetulan libur mengajar kami saat itu, yang kami lakukan adalah berdiskusi dan berfoto riya.

Naaahhh........inilah fto-foto aku dengan sebagian teman2 ku di s2, rame banget pada hari itu, sayang bapak Adnan terlihat bajunya aja, maka cuma lengan bajunya aja lagi. hehe..ga apa-apa pak, yang penting saya masih mengingt bapak. tapi dengan teman-teman yang lain jarang sekali berjumpa. apa lagi dengan ibu Mulyani, aku masih ingat banget gaya bicara ibu ini, dia sosok ibu yang selalu ceria, dan lucu.

Sekian dulu ya pengenalan ringkat foto-foto kita.
Dan terimakasih sudah meluangkan waktunya buat membaca blog aku.
"Wassalam"

Selasa, 12 Maret 2013

KALIMAT-KALIMAT PENCERAHAN



KALIMAT-KALIMAT PENCERAHAN

·        Bila engkau putus asa, hanya karena belum mendapat jalan keluar, engkau kemanakan Allah dan kemahakuasaan-Nya?

·        Emas adalah agamamu, perhiasanmu adalah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu.


·        Jika kesedihan datang mengarung, dan duka lara menggunung, ucapkannlah La ilaha illallah.”

·        Engkau harus menanam satu pujian dalam setiap detik, satu gagasan dalam setiap menit, dan satu karya dalam setiap menit.


·        Kebahagiaan itu ada dalam dirimu, maka dari itu, kerahkan semua upayamu untuk menggalinya dari dalam dirimu.

·        Kebahagiaanmu bukan di tangan orang lain, tapi di tangnmu sendiri.


·        Bukanlah kesengsaraan itu karena hilangnya kenikmatan dari seseorang, tapi kesengsaraan itu karena lepasnya Allah dari hati seseorang.

·        Harga kehidupan seseorang itu ditentukan oleh kemampunnya menikmati setiap saat dari hidupnya.


·        Hidup ini singkat. Maka jangan membuatnya lebih singkat lagi dengan sesuatu yang sia-sia.

Minggu, 10 Maret 2013

“EMPAT PULUH D0SA LISN”



“EMPAT PULUH D0SA LISN”
Ibnu Qoyyim-semoga Allah merahmatinya-berkata, “terlalu banyak bicara membuka pintu-pintu keburukan, semuanya menjadi akses masuknya syetan. Menahan banyak bicara dapat menutup pintu-pintu itu. Kerapkali sebuah pertempuran disebabkan satu ucapan.
          Umumnya kemaksiatan lahir disebabkan oleh banyak bicara, dan banyak melihat. Kedua hal ini menjadi pintu masuk terpenting setan. Kedua anggota badan itu tak mmengenal bosan, tidak seperti syahwat perut, tatkala perut tak ada lagi keinginan untuk makan. Adapun mata dan lisan, bila di bebaskan niscaya tak akan putus melihat dan berbicara. Oleh karena itu, kejahatan yang ditimbulkan keduanya sangat luas, banyak cabang dan sangat merusak.
          Al Ghazali Ra, menjelaskan, “Lisan memiliki ruang yang luas tak bertepi, dan memiliki tempat yang tak terbatas. Di tempat yang baik, ia leluasa. Di tempat yang buruk pun ia leluasa. Siap yang melepaskan kendali lisannya, dan terlepasnya kendali itu telah melalikan dirinya, maka setan akan mengambil alih kendali itu menuju jurang kehancuran, dan tidaklah seseorang tersungkur batang hidungnya di neraka kecuali disebabkan lisannya. Tak ada yang selamat dari keburukan lisan kecali orang yang mampu mengendalikannya dengan kendali syariat, serta menahannya dari perkara yang merugikan di dunia dan akhirat.
          Mudah-mudahan kita termasuk orang yang pandai menjaga lisan kita. Yang dimaksud menjaga lisan adalah menjaga lisan dari hal-hal di antaranya:
1.    Berbicara dalam perkara yang tidak bermanfaat;
2.    Banyak Bicara;
3.    Banyak membicarakan kebatilan;
4.    Perdebatan
5.    Bersitegang
6.    Pamer Kepandaian Bicara;
7.    Ucapan Mesum dan kebiasaan berbicara jorok
8.    Mengumpat;
9.    Melaknat;
10.  Mencela Jenazah;
11. Menuduh Mukmun sebagai kafir;
12. Bnyak bercanda;
13. Menghina dan melecehkan;
14. Menyebarkan Rahasia pribadi;
15. Dusta;
16. Menggunjung;
17. Mengadu Domba;
18. Lisan Bercabang Dua;
19. Bercerita Tentang Suami Isteri;
20. Nyanyian;
21. Sumpah dengan selain Allah;
22. Sumpah Dengan agama selain islam;
23. Mengumpat ayam jantan
24. Mengumpat Waktu;
25. Mengumpat angin;
26. Mengumpat demam;
27. Kesaksian Falsu
28. Menyebut-nyebut pemberian
29. Mengumpat diri
30. Sumpah palsu dusta
31. Memuliakan orang Fasik,Mubtadi’dan Munafik
32. berkata dengan “dan” yang syirik
33. Pernyataan, “ Kita mendapat hujan karena bintang Anu”
34. Mencela Makanan
35. Berbicara Rahasia
36. Mengumumkan barang hilang di mesjid
37. Meminta kelenihan kepada selain Allah
38. Meminta pertolongan kepada selain Allah
39. Menuduh zina terhadap wanita Mukminah
40. Melantunkan syair tak bermutu


“SEMOGA BERMANFAAT”

Kamis, 07 Maret 2013

Peran Tugas Ibu

Peran Tugas Ibu.Peran ibu dalam hal mendidik serta mengasuh anak-anaknya adalah sebagian dari tugas ibu yang mulia. Dan salah satunya adalah dalam hal memberikan pendidikan aqidah. Dan dalam rangka menjalankan peran ibu dalam hal pendidikan memang tidaklah mudah. Akan tetapi demi tercapainya anak untuk menjadi anak yang sholeh tentunya ibu akan banyak melakukan hal yang baik dalam memberikan pendidikan terutama dalam hal pendidikan agama.

Diantara hal yang dapat mendukung peran seorang ibu adalah dengan berusaha memperbaiki dirinya sendiri.Karena dengan memperbaiki diri sendiri dengan kebaikan dan juga ketakwaan maka hal tersebut akan mendukung keberhasilannya dalam memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anaknya. Faktor lainnya adalah memberikan keteladanan  yang baik dalam sikap dan tingkah laku di depan anak-anak kita termasuk metode pendidikan yang paling baik dan utama. Hal ini disebabkan jiwa manusia itu lebih mudah mengambil teladan dari contoh yang terlihat di hadapannya, dan menjadikannya lebih semangat dalam beramal serta bersegera dalam kebaikan.
Nah yang menjadi masalah kebanyakannya kaum ibu-ibu tidak dengan pengamalan langsung, ibarat kata kebanyakannya orang tua sekarang hanya menyurh saja, tapi dia sendiri tidak melakukannya, nah ini juga akan membuat seorang anak kebingungan. Bagi anak yang keritis dia akan menjawab. Kok saya aja yang di suruh ayah/ibu sendiri kenapa tidak melakukannya. Makanya motto terbaik buat orang tua adalah Al Ilmu bil Amal, la bil li san yang artinya ilmu itu untuk di amalkan, bukan untuk di ucapkan. Mengapa demikian, karena betapa banyak orang yang kita dapatkan di kehidupan kita sehari-hari, yang dalam berucap atau berkata-kata dia sangatlah hebat, namun di dalam pengaplikasiannya, untung-untung jika doa masih mau mengerjakannya, kadang yang parahnya di lupa dengan apa yang sudah di ucapkannya.

Hal lainnya yang tak kalah penting adalah dengan memberikan metoda pendidikan yang baik dan benar. Diantara hal metoda pendidikan yang baik adalah dengan membiasakan anak-anak sejak dini melaksanakan perintah Allah Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya, sebelum mereka mencapai usia dewasa, agarmerekaterbiasadalamketaatan.

Peran ibu dan juga tugas ibu yang berkaitan erat dengan yang telah dikemukakan di atas adalah bahwasannya tugas ibu dan peran seorang ibu ini terlihat jelas pada kedudukannya sebagai pendidik pertama sebagaiman terlantun dalam sebuah syair Al-umm madrastun idza a’ dadtaha a’ dadta syaban thayyibu al-‘araq. Seorang ibu seumpama sebuah sekolah. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, engkau telah mempersiapkan sebuah generasi yang unggul. Oleh karena, itu semua wanita, termasuk saya, memang memiliki kewajiban untuk terus menerus belajar agar memiliki bekal cukup untuk mencetak sebuah generasi yang membanggakan, generasai masa depan, pengukir sejarah. Seorang wanita memiliki tugas luar biasa. dengan memberikan bimbingan yang baik bagi anak-anak mereka, berarti seorang ibu telah mengusahakan perbaikan besar bagi masyarakat dan umat Islam.

Rabu, 06 Maret 2013

Puisi Istri kepada suaminya



Puisi Istri kepada suaminya

Suamiku tercinta…
Engkau adalah anugerah terindah Tuhan bagiku
Engkau adalah orang yang kucintai dan kupilih diantara yang lainnya
Dan aku bahagia menghabiskan sisa hidupku bersamamu

Memang kusadari….
Engkau bukanlah lelaki sempurna yang tak pernah berbuat salah
Namun aku mencintaimu apa adanya dirimu
Seperti engkau juga mencintaiku apa adanya

Dan memang…
Kehidupan bersamamu tidaklah selalu tertawa
Tidak juga selalu tersenyum
Bahkan tak jarang kesedihan dan airmata mewarnainya
Tetapi aku menerima itu semua sebagai bagian yang memang harus kujalani bersamamu.

Di sisimu
Aku merasa dilindungi, aku merasa dicintai dan aku merasa berarti
Rasanya tak mungkin ini terjadi jika bukan kamu di sampingku.
Kau begitu istimewa di mataku, di hatiku, di jiwaku
Karena itulah aku ingin selalu berada di sampingmu
Baik dalam suka duka mu
Dalam sehat dan sakitmu.

Suamiku….
Engkau adalah hal terindah dalam hidupku
Terima kasih telah memilihku
Dan aku berjanji selalu setia dan mencintaimu seumur hidupku.

Aku yang mencintaimu.
Istrimu